Panduan MikroTik Dual WAN Load Balancing PCC & Auto Failover Recursive Gateway
GLOSARIUM & KAMUS SINGKATAN TEKNIS LOAD BALANCING
- PCC (Per Connection Classifier): Algoritma pemilah koneksi berbasis operasi hashing nilai header paket (IP/Port).
- Load Balancing: Teknik membagi beban trafik ke beberapa jalur ISP untuk meningkatkan total throughput ketersediaan jaringan.
- Failover: Kemampuan pengalihan otomatis aliran data ke jalur ISP cadangan saat jalur ISP utama mengalami mati/downtime.
- Recursive Gateway: Teknik pengecekan rute tingkat lanjut dengan memantau responsivitas IP DNS publik (seperti 8.8.8.8) di luar modem ISP.
- Routing Mark: Label penanda yang diberikan firewall mangle untuk memaksa paket data keluar melintasi gateway ISP tertentu.
- Accept Chain: Tindakan mengizinkan paket jaringan lokal mengakses router tanpa terkena aturan proses hashing PCC.
- Check-Gateway Ping: Fitur router pengirim sinyal ICMP ECHO berulang untuk mendeteksi status keaktifan jalur gateway ISP.
- Distance: Parameter prioritas rute di mana nilai distance 1 diutamakan dari nilai distance 2.
1. Mengapa Memilih Classifier `both-addresses-and-ports`?
Dalam fitur PCC MikroTik, terdapat beberapa mode pemilahan hashing. Opsi yang paling direkomendasikan untuk pengguna umum & perkantoran adalah both-addresses-and-ports. Alasan utamanya:
- Mencegah Session Disconnect e-Banking / HTTPS: Banyak situs perbankan dan portal aman yang akan memutus sesi login jika IP publik pengguna mendadak berubah-ubah di tengah jalan.
- Dengan classifier
both-addresses-and-ports, satu sesi koneksi spesifik (misal: Komputer A mengakses Portal B di port 443) terkunci di satu jalur ISP yang sama. - Sementara itu, jika Komputer A membuka tab browser baru ke Youtube, koneksi kedua tersebut berpotensi dilewatkan ke ISP kedua, menghasilkan pembagian beban yang sangat optimal.
2. Bahaya Pendeteksian ISP Mati Standar vs Solusi Recursive Gateway
Jika admin hanya mengandalkan fitur standar check-gateway=ping ke IP modem ISP (misal: 192.168.1.1), masalah besar muncul saat terjadi **Fiber Cut (Kabel Optik ISP Putus di Luar)** namun modem ISP tetap menyala.
Router MikroTik akan tetap menganggap ISP 1 aktif (karena ping ke modem 192.168.1.1 tetap membalas Reply), akibatnya 50% trafik pengguna akan terbuang ke jalur yang tidak ada internetnya (*Blackhole Traffic*).
Solusi Recursive Gateway membelokkan pengecekan ping langsung menuju IP Public Server di internet (seperti 8.8.8.8 milik Google). Jika ping ke 8.8.8.8 via ISP 1 mengalami RTO (*Request Time Out*), MikroTik secara instan mematikan jalur ISP 1 dan mengalihkan 100% trafik ke ISP 2.
3. Matriks Konfigurasi Distance & Scope Routing Table
| Tujuan IP | Target Gateway | Check Gateway | Scope | Distance | Peran Jalur |
|---|---|---|---|---|---|
| 8.8.8.8/32 | 202.152.1.1 (ISP 1) | Ping | 10 | 1 | Host Pemantau Keaktifan Internet ISP 1. |
| 8.8.4.4/32 | 103.28.1.1 (ISP 2) | Ping | 10 | 1 | Host Pemantau Keaktifan Internet ISP 2. |
| 0.0.0.0/0 | 8.8.8.8 (Recursive) | - | 30 | 1 | Default Route Utama via ISP 1. |
| 0.0.0.0/0 | 8.8.4.4 (Recursive) | - | 30 | 2 | Default Route Backup via ISP 2. |
🛒 Rekomendasi Hardware & Bill of Quantity (BOQ)
DevNetCUK ApprovedUntuk hasil implementasi topologi jaringan yang optimal dan sesuai dengan standar tutorial di atas, tim engineer DevNetCUK merekomendasikan spesifikasi hardware dan peralatan kerja berikut:
- Router Core: MikroTik RouterBOARD CCR2004-16G-2S+ / CCR2116-12G-4S+
- SFP+ Transceiver: MikroTik S+31DLC10D 10G Single-mode 10KM
- Garansi & Support: Garansi Resmi Distributor 1-3 Tahun & Pendampingan Engineer DevNetCUK
CLI Command & Configuration Script
# 1. Bypass Traffic Lokal (Prevent Local Routing Loop): /ip firewall mangle add chain=prerouting dst-address=192.168.10.0/24 action=accept # 2. Hashing PCC & Marking Routing 2 ISP (50:50): add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=bridge-LAN per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/0 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP1 passthrough=yes add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=bridge-LAN per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/1 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP2 passthrough=yes # 3. Recursive Gateway Failover Setup: /ip route add host=8.8.8.8 gateway=202.152.1.1 scope=10 check-gateway=ping add host=8.8.4.4 gateway=103.28.1.1 scope=10 check-gateway=ping add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=8.8.8.8 distance=1 routing-mark=to_ISP1 add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=8.8.4.4 distance=2 routing-mark=to_ISP1 add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=8.8.4.4 distance=1 routing-mark=to_ISP2 add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=8.8.8.8 distance=2 routing-mark=to_ISP2
Ingin Jasa Setting Jaringan Professional?
Tim Engineer DevNetCUK siap membantu penggelaran jaringan & data center perusahaan Anda.